https://jurnal.ilkom.fs.umi.ac.id/index.php/respon/issue/feed RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI 2026-08-20T14:24:13+00:00 Zelfia zelfia.zelfia@umi.ac.id Open Journal Systems <p>RESPON Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi adalah untuk publikasi Mahasiswa yang terbit empat kali dalam setahun, yang diterbitkan pada bulan Januari, April, Juli dan <em>Oktober.</em> Jurnal ini dikelola sejak Januari 2020, dalam hal ini Volume 1 yang terdiri dari artikel berbasis penelitian dan / atau artikel konseptual dalam komunikasi.</p> <p>RESPON Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi diterbitkan oleh Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia. Penerbit hanya menerima karya asli, yang belum dipublikasikan di tempat lain. Artikel harus dikirimkan melalui situs ini sesuai dengan format kami. Artikel yang dikirim akan ditinjau dan diedit untuk keseragaman format, istilah, dan prosedur lainnya. Artikel yang diterbitkan dalam bidang ilmu komunikasi yang dikaitkan berbagai disiplin keilmuan, dan sudut pandang, budaya, politik, ekonomi, sosial dan teknologi.</p> https://jurnal.ilkom.fs.umi.ac.id/index.php/respon/article/view/378 Analisis Makna Spiritualitas Pada Lirik Lagu ‘’Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan’’ Karya Bernadya 2026-07-07T04:47:31+00:00 Makrifatul Illah - makrifatulillah@gmail.com Putri Isma Indriyani makrifatulillah@gmail.com <p><em>Songs can be interpreted as the author's expression about something he sees, hears and experiences. One of the songs that is currently booming among young people is Bernadya's work with the title "Untungnya, hidup harus tetap berjalan." explains a difficult situation but still tries to have a positive attitude. The reason for researching the song "Untungnya, hidup harus tetap berjalan" was carried out, the researchers tried to explain the implied meaning contained in the song, where not many people realized that the song which was previously considered only a sad song about love apparently had a hidden meaning regarding deep spiritual values. This research uses descriptive qualitative methods with semiotic analysis Ferdinand Saussure which consists of two components, namely the signifier and the signified. Where the results of this research are, there are spiritual values regarding acceptance or the nature of qonaah, husnudzon, never giving up and thinking logically towards the essence of the Almighty Creator.</em></p> 2026-08-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Makrifatul Illah -, Putri Isma Indriyani https://jurnal.ilkom.fs.umi.ac.id/index.php/respon/article/view/404 Satu Tungku Tiga Batu Sebagai Simbol Toleransi Masyarakat Fakfak 2026-08-14T03:04:56+00:00 Rumuar Husin Sadam sadamhusinrumuar@gmail.com Ali Mukti muktiali@uinsalatiga.ac.id <p>Penelitian ini membahas siombol budaya “Satu Tungku Tiga Batu” sebagai bentuk <em>symbolic interaction</em> dalam menjaga toleransi masyarakat di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Latar belakang penelitian ini terinspirasi oleh keberagaman agama di kalangan masyarakat Fakfak yang mampu hidup secara harmonis meskipun memiliki keyakinan yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbolis dari “Satu Tungku Tiga Batu” serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan sosial di Fakfak. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini mencakup tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta penduduk Desa Danaweria di Kabupaten Fakfak. Analisis data diolah menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” telah berdampak sebagai simbol persatuan di antara masyarakat lintas agama di Fakfak. Nilai-nilai toleransi diimplementasikan melalui tradisi saling membantu, kolaborasi dalam pembangunan tempat ibadah, pengamanan acara keagamaan, dan hubungan kekeluargaan yang melampaui batasan agama. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya lokal sangat penting dalam mempertahankan stabilitas sosial serta memperkuat relasi antarumat beragama dalam konteks masyarakat yang beraneka ragam.</p> 2026-08-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 https://jurnal.ilkom.fs.umi.ac.id/index.php/respon/article/view/405 Eksplorasi Peran Literasi Visual Melalui Fotografi Dalam Pembentukan Personal Branding Siswa SMA Negeri 23 Makassar Di Media Sosial 2026-08-20T14:18:06+00:00 Muhammad Ainun Mukminin muhammad.ainunmukminin@umi.ac.id Megawati Megawati megawati.fs@umi.ac.id Yul Rachmawati yul.rachmawati@umi.ac.id <p>Penelitian ini mengeksplorasi peran literasi visual berbasis fotografi dalam proses pembentukan personal branding siswa SMA Negeri 23 Makassar di ruang media sosial. Konteks penelitian berangkat dari inisiatif program pengabdian kepada masyarakat yang dirancang oleh dosen Universitas Muslim Indonesia, yang menjadikan pelatihan fotografi sebagai wahana pendidikan komunikasi visual di lingkungan sekolah menengah atas. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif, penelitian ini menggali secara holistik pengalaman, persepsi, dan praktik digital siswa melalui tiga instrumen: wawancara mendalam semi-terstruktur dengan dua belas informan (sepuluh siswa dan dua guru pendamping), observasi partisipatif selama delapan sesi pelatihan, serta analisis konten visual terhadap karya foto dan unggahan media sosial informan. Analisis data mengikuti prosedur analisis tematik reflektif Braun dan Clarke (2022) yang terintegrasi dengan model analisis data interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Temuan penelitian mengidentifikasi empat tema utama: pertama, pengalaman transformatif pelatihan yang mendorong kebangkitan kesadaran visual (visual awakening) dan kompetensi estetis-teknis; kedua, reposisi pemaknaan fotografi sebagai medium ekspresi identitas yang autentik namun sekaligus strategis di platform Instagram dan TikTok; ketiga, dinamika faktor struktural dan sosio-kultural yang mendukung maupun menghambat keberlanjutan praktik visual siswa; serta keempat, kemunculan kesadaran etika digital yang masih embrional namun memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan. Penelitian ini memperkuat argumen perlunya integrasi pendidikan literasi visual berbasis proyek ke dalam kurikulum sekolah menengah, dengan komponen etika komunikasi digital sebagai elemen yang tidak terpisahkan.</p> 2026-08-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026