https://jurnal.ilkom.fs.umi.ac.id/index.php/respon/issue/feedRESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI2026-08-14T03:12:51+00:00Zelfiazelfia.zelfia@umi.ac.idOpen Journal Systems<p>RESPON Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi adalah untuk publikasi Mahasiswa yang terbit empat kali dalam setahun, yang diterbitkan pada bulan Januari, April, Juli dan <em>Oktober.</em> Jurnal ini dikelola sejak Januari 2020, dalam hal ini Volume 1 yang terdiri dari artikel berbasis penelitian dan / atau artikel konseptual dalam komunikasi.</p> <p>RESPON Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi diterbitkan oleh Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia. Penerbit hanya menerima karya asli, yang belum dipublikasikan di tempat lain. Artikel harus dikirimkan melalui situs ini sesuai dengan format kami. Artikel yang dikirim akan ditinjau dan diedit untuk keseragaman format, istilah, dan prosedur lainnya. Artikel yang diterbitkan dalam bidang ilmu komunikasi yang dikaitkan berbagai disiplin keilmuan, dan sudut pandang, budaya, politik, ekonomi, sosial dan teknologi.</p>https://jurnal.ilkom.fs.umi.ac.id/index.php/respon/article/view/378Analisis Makna Spiritualitas Pada Lirik Lagu ‘’Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan’’ Karya Bernadya 2026-07-07T04:47:31+00:00Makrifatul Illah -makrifatulillah@gmail.comPutri Isma Indriyanimakrifatulillah@gmail.com<p><em>Songs can be interpreted as the author's expression about something he sees, hears and experiences. One of the songs that is currently booming among young people is Bernadya's work with the title "Untungnya, hidup harus tetap berjalan." explains a difficult situation but still tries to have a positive attitude. The reason for researching the song "Untungnya, hidup harus tetap berjalan" was carried out, the researchers tried to explain the implied meaning contained in the song, where not many people realized that the song which was previously considered only a sad song about love apparently had a hidden meaning regarding deep spiritual values. This research uses descriptive qualitative methods with semiotic analysis Ferdinand Saussure which consists of two components, namely the signifier and the signified. Where the results of this research are, there are spiritual values regarding acceptance or the nature of qonaah, husnudzon, never giving up and thinking logically towards the essence of the Almighty Creator.</em></p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Makrifatul Illah -, Putri Isma Indriyanihttps://jurnal.ilkom.fs.umi.ac.id/index.php/respon/article/view/404Satu Tungku Tiga Batu Sebagai Simbol Toleransi Masyarakat Fakfak2026-08-14T03:04:56+00:00Rumuar Husin Sadamsadamhusinrumuar@gmail.comAli Mukti muktiali@uinsalatiga.ac.id<p>Penelitian ini membahas siombol budaya “Satu Tungku Tiga Batu” sebagai bentuk <em>symbolic interaction</em> dalam menjaga toleransi masyarakat di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Latar belakang penelitian ini terinspirasi oleh keberagaman agama di kalangan masyarakat Fakfak yang mampu hidup secara harmonis meskipun memiliki keyakinan yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbolis dari “Satu Tungku Tiga Batu” serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan sosial di Fakfak. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini mencakup tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta penduduk Desa Danaweria di Kabupaten Fakfak. Analisis data diolah menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” telah berdampak sebagai simbol persatuan di antara masyarakat lintas agama di Fakfak. Nilai-nilai toleransi diimplementasikan melalui tradisi saling membantu, kolaborasi dalam pembangunan tempat ibadah, pengamanan acara keagamaan, dan hubungan kekeluargaan yang melampaui batasan agama. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya lokal sangat penting dalam mempertahankan stabilitas sosial serta memperkuat relasi antarumat beragama dalam konteks masyarakat yang beraneka ragam.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026