Komunikasi Budaya Upacara Adat Rambu Solo Dalam Mempertahankan Nilai Leluhur Di Kabupaten Toraja

Authors

  • Rizkia Aviva Yusuf Universitas Muslim Indonesia
  • Hadawiah Hadawiah Universitas Muslim Indonesia
  • Muh. Rayes Ibrahim Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/respon.v7i2.384

Keywords:

Komunikasi Budaya, Upacara Adat, Nilai Leluhur, Budaya

Abstract

Kabupaten Toraja atau suku Toraja dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki kekayaaan warisan budaya dan potensi pariwisata yang tinggi. Salah satu tradisi yang menjadi ciri khas suku Toraja adalah upacara kematian Rambu Solo. Pelaksanaan rangkaian ritual upacara ini melibatkan pengorbanan puluhan hingga ratusan babi dan kerbau. Tradisi rambu solo’ merupakan bagian integral kehidupan yang sudah berlangsung ratusan tahun. Masyarakat Toraja menganggap Rambu solo’ sebagai identitas budaya dan memegang peran penting dalam menjaga ikatan sosial melalui pelibatan berbagai lapisan masyarakat dalam acara.Rambu Solo' memiliki akar sejarah bersumber dari kepercayaan leluhur masyarakat Toraja yang dikenal sebagai Aluk To Dolo atau "Jalan Leluhur. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui
Komunikasi Budaya Upacara Adat Rambu Solo Dalam Mempertahankan Nilai Leluhur Di Kabupaten Toraja. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian ini Menunjukkan bahwa Upacara adat Rambu Solo’ bukan hanya prosesi pemakaman, tetapi merupakan wujud komunikasi budaya yang memadukan nilai spiritual, sosial, dan simbolik. Melalui rangkaian ritual, simbol, dan interaksi sosial, tradisi ini berhasil mempertahankan identitas serta memperkuat solidaritas masyarakat Toraja lintas generasi. Selain itu, upacara ini juga menjadi media pewarisan nilai dan norma adat yang efektif, karena setiap unsur yang terlibat mengandung pesan budaya yang dapat dipahami, dihayati, dan dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, Rambu Solo’ berperan penting dalam menjaga kesinambungan tradisi, memperkuat hubungan antarkelompok, dan menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai budaya bagi generasi penerus.

References

Aldila Septiani, G., Mansur, M., & Saputri, S. D. (2024). Upacara Adat Rambu Solo’: Antara Gengsi Dan Urgensi. Paradigma: Jurnal

https://doi.org/10.17510/paradigma.v14i2.1453 Kajian Budaya,

(2), 238–250.

Alfarah, A. S. Y., Saputra, F. B., Mukminin, M. S., Pangesti, P. W., Azizah, S. F., & Ediyono, S. (2021). Rambu Solo’ Sebagai Upacar Pemakaman Jenazah di Tana Toraja (Tinjauan Wujud dan Unsur Kebudayaan).

ResearchGate, March, https://www.researchgate.net/publication/350262395%0ARAMBU

–35.

Anggraeni, A. S., & Putri, G. A. (2021). Makna Upacara Adat Pemakaman Rambu Solo’ di Tana Toraja. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 3(1), 72–81. https://doi.org/10.30998/vh.v3i1.920

Asari, A., Fahlevi, R., Astuti, S. W., Nugroho, B. S., Hasyim, M., Utami, N. K., Azizah, N., Dewijanti, I. I., Butarbutar, M. H., & Agitha, N. (n.d.). Pengantar ilmu komunikasi.

Aulia, G. R., & Nababan, K. R. (2022). Upacara Adat Rambu Solo. Jurnal Ushuluddin, 24(2), 142–154.

Ayu, E., Hoar, V., Pebryani, N. D., Kadek, N., & Diantari, Y. (2023). Rambu Solo : Upacara Adat Kematian Di Tana Toraja Sebagai Inspirasi Koleksi Busana. Journal of Fashion Design, III(Iii), 87–95.

Ayuni, P., Syafrida Hasibuan, A. Z., & Suhairi, S. (2022). Komunikasi Antar Budaya Dalam Perspektif Antropologi Islam. Dakwatussifa: Journal of Da’wah and Communication, 1(2), 94–104. https://doi.org/10.56146/dakwatussifa.v1i2.10

Baan, A., Allo, M. D. G., & Pabisa, J. (2022). Expressive Speech Acts in Pa’katia Verses at the Rambu Solo’ Ceremony of the Toraja Indigenous People. Ethical Lingua, 9(2), 346–353. https://doi.org/10.30605/25409190.407

Deddy Mulyana & Jalaluddin Rakhmat. (2006). Komunikasi Antarbudaya: Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. PT Remaja Rosdakarya.

Dwi Kartikawati. (2023). Komunikasi Antar-Budaya: Upaya Memahami Perbedaan. Rajagrafindo Persada.

Fuad Guntara I Nyoman Ruja, A. F. (2009). Kajian Sosial - Budaya Rambu Solo’ dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik. Jurnl Pendidikan, 1(2), 154–158.

Hadawiah, H., Sulaeman, S., Ridwan, M., & Norau, M. R. (2024). Tradisi dan Kepercayaan : Eksplorasi Komunikasi Ritual dalam Merajut Kerukunan Komunitas Bugis Towani Tolotang Sulawesi Selatan, Indonesia Tradition and Belief : Exploration of Ritual Communication in Knitting Harmony of the Bugis Towani Tolotang Communi. https://doi.org/10.56873/jpkm.v9i1.5558

Hafsiah Yakin, I. (2023). Penelitian Kualitatif : Metode Penelitian Kualitatif. Jurnal EQUILIBRIUM, 5(January), 1–7. http://belajarpsikologi.com/metode-penelitian-kualitatif/

Hall, R. S. (2017). Exploring the Funeral Traditions of Southeast Asia - Contemporary Funeral Rituals of Sa’dan Toraja: From Aluk Todolo to “New” Religions. By Michaela Budiman . Prague: Karolinum

Press, 2013. 170 pp. ISBN: 9788024622286 (paper). - Buddhist Funeral Cultures of Southeast Asia and China. Edited by Paul Williams and Patrice Ladwig . Cambridge: Cambridge University Press,

312 pp. ISBN: 9781107667877 (paper). The Journal of Asian Studies, 76(2), 562–565. https://doi.org/10.1017/s0021911817000407

Hemeto, A. O., Ratnasari, D., & Saputra, A. (2023). Aktivitas Komunikasi Organisasi dalam Mempertahankan Solidaritas Organisasi HMP-IK Universitas Ichsan Gorontalo. Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Ilmu Komunikasi, 2(2), 129–140. https://doi.org/10.59713/jipik.v2i2.642

Downloads

Published

2026-07-23

Issue

Section

Articles