Pola Komunikasi Partisipatif Pada Komunitas Woman Choice Dalam Pemberdayaan Perempuan Melalui Program “Lets Talk Girls” Di Kota Makassar

Authors

  • Rasyiqah Maharani Jufri Universitas Muslim Indonesia
  • Zelfia Zelfia Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Ilham Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/respon.v7i2.386

Keywords:

Pola Komunikasi Partisipatif`, Pemberdayaan Perempuan`, Woman Choice, Let's Talk Girls, Komunitas

Abstract

Pemberdayaan perempuan melalui komunikasi partisipatif merupakan pendekatan vital dalam
menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan, namun masih menghadapi tantangan dalam implementasinya di tingkat komunitas. Program "Let's Talk Girls" oleh komunitas Woman Choice di Kota Makassar hadir sebagai solusi melalui penerapan pola komunikasi partisipatif yang melibatkan partisipasi aktif perempuan muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi partisipatif yang diterapkan komunitas Woman Choice dalam program "Let's Talk Girls" serta mengidentifikasi implementasi komunikasi partisipatif dalam pemberdayaan perempuan di Kota Makassar. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Informan penelitian terdiri dari pengurus komunitas Woman Choice, peserta program, dan narasumber terkait. Hasil penelitian mengungkap bahwa komunitas menerapkan pola komunikasi horizontal, dialogis, dan empatik yang disesuaikan dengan karakteristik perempuan muda. Komunikasi dilakukan secara dua arah dengan menekankan keterlibatan aktif peserta dalam diskusi, pembagian pengalaman personal, dan pengambilan keputusan terkait tema yang dibahas. Program menciptakan ruang aman bagi peserta untuk menyampaikan pendapat dan memanfaatkan media sosial sebagai platform interaksi berkelanjutan antara komunitas dan peserta. Efektivitas komunikasi partisipatif terbukti dari meningkatnya kepercayaan diri peserta, terbentuknya jaringan solidaritas perempuan, dan terciptanya ruang diskusi yang inklusif. Temuan ini menunjukkan bahwa pola komunikasi partisipatif yang efektif dan program pemberdayaan tepat sasaran menjadi kunci peningkatan partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi teoretis pada kajian komunikasi partisipatif
dalam pemberdayaan perempuan. 

References

Alfitri & Hambali. (2018). Revitalisasi nilai-nilai lokal untuk pemberdayaan perempuan: Studi kasus komunitas perempuan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Jurnal Pembangunan

Masyarakat, 16(2), 127-145.

Anwar, A. D., Muktasam, A., & Hermanto, H. (2020). Evolusi model pemberdayaan masyarakat di Indonesia pasca-Reformasi: Pendekatan hibrid antara kearifan lokal dan metodologi pemberdayaan kontemporer. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Pedesaan, 18(1), 42-61.Mulawarman, K., & Rosilawati, Y. (2014). Komunikasi organisasi pada Dinas Perijinan Kota Yogyakarta untuk meningkatkan pelayanan. Jurnal Ilmiah

Bamberger, M., & Mabry, L. (2019). Real world evaluation: Working under budget, time, data, and political constraints (3rd ed.). SAGE Publications.

Bennett, L., Goldberg, L., & Huong, L. (2019). The MAMPU Program: Findings from a multi-year study of women's empowerment initiatives in Indonesia. Development Bulletin, 80, 108-112.Syafi’i, M.

Z., & Masruri, A. (2023). Empati dan pendengaran aktif dalam layanan informasi di perpustakaan. Educaniora: Journal of Education and Humanities, 1(3), 161–171.

Bergold, J., & Thomas, S. (2016). Participatory research methods: A methodological approach in motion. Historical Social Research, 37(4), 191- 222.

Bhattacharyya, J. (2017). Community-based development: The path to empowerment. In R. T. Jones & K. Stokke (Eds.), Emerging perspectives on community development (pp. 76-94). Routledge.

Chambers, R. (2015). PRA, PLA and pluralism: Practice and theory. In H. Bradbury (Ed.), The SAGE handbook of action research (3rd ed., pp. 31-46). SAGE Publications.

Christens, B. D., & Peterson, N. A. (2016). Community participation and psychological empowerment: Testing reciprocal causality using a cross- lagged panel design and latent constructs. Health

Education & Behavior, 39(3), 339-347.

Downloads

Published

2026-07-31

Issue

Section

Articles