Pola Komunikasi Terapeutik Psikiater Dalam Proses Penyembuhan Pengidap Gangguan Kesehatan Mental Pasien Depresi (Studi kasus di RS Sandi Karsa Makassar)
DOI:
https://doi.org/10.33096/respon.v7i2.393Keywords:
Komunikasi Terapeutik, Psikiater, Pasien Depresi, RS Sandi Karsa MakassarAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi terapeutik yang diterapkan oleh psikiater dalam interaksi dengan pasien depresi di RS Sandi Karsa
Makassar serta mengidentifikasi bentuk-bentuk pendampingan yang dilakukan oleh psikiater terhadap pasien depresi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari proses wawancara dengan beberapa informan yang terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan mental di RS Sandi Karsa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik yang diterapkan menggunakan pola komunikasi dua arah yang bersifat timbal balik antara psikiater dan pasien. Pola ini
menciptakan suasana yang kondusif dan mendukung proses penyembuhan pasien depresi secara efektif. Pendampingan yang dilakukan psikiater meliputi pemberian dukungan emosional, penjelasan kondisi kesehatan mental dengan bahasa yang mudah dipahami,
serta penguatan motivasi pasien untuk menjalani terapi. Proses komunikasi terapeutik ini tidak hanya mempercepat penyembuhan pasien, tetapi juga mendukung visi dan misi RS Sandi Karsa dalam memberikan pelayanan kesehatan mental yang holistik dan berorientasi pada pasien. penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi terapeutik sebagai bagian integral dalam penanganan pasien depresi.
References
Anuhazi, R. (2015). Komunikasi Terapeutik dalam Psikiater Kesehatan Mental. Jakarta: Media Kesehatan.
Anas, M. (2014). Alat peraga dan media pembelajaran. Jakarta : Pustaka Education
Caropeboka, L. (2017). Komunikasi dalam Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
Creswell, J. W. (2013). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dzil Kamalah, A., & Nafiah, H. (2023). Gejala Mental Emosional dan Upaya dalam Meningkatkan Kesehatan Jiwa Remaja. Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, 1(2), 2986–8548. http://jurnal.unw.ac.id/index.php/JKBS
Effendy. (1997:36) Ilmu Komunikasi dan Teknik Komunikasi.
Florensa, Hidayah, N., Sari, L., Yousrihatin, F., & Litaqia, W. (2023). Gambaran Depresi Emosional Remaja (Overview. Jurnal Kesehatan, 12(1), 2721–8007.
Ghivari Rahmatullah, Sri Dwi Fajrini (2019) Komunikasi Terapeutik PadanPasien Depresi Dalam Mengembangkan Kondisi Adaptif
Kementerian Kesehatan RI. Gejala Hipertensi. Direktorat P2PTM. Jakarta : Kemenkes RI; 2018.
Kevin.V, Vadillah, Vio Hidayah, Novita Ika P, Riska Yuna. A, Liss Diyyah Dewi A (2024). Gangguan Mental (Mental Dissorders)
Lubis, N. M. (2009). Psikologi Klinis dan Gangguan Kesehatan Mental. Jakarta: Penerbit Buku Kepsikiateran EGC.
Mulyana, D. (2002). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurul Alisa Fajriyanti NST (2021). Komunikasi Terapeutik PsikaterTerhadap RSPSIKIATER H. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi
Pratiwi, K., & Rusinani, D. (2022). Literatur review: Depresi depresi pada wanita. Jurnal Ilmu Kebidanan, 10(3), 103–110.
Rathus, S. A. (2009). Psychology and Mental Health: A Practical Introduction. 9th Edition. Boston: Houghton Mifflin Harcourt.
Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar). (2018). Data Prevalensi Gangguan Depresi di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sarfika Riska, dkk. (2018). Komunikasi Terapeutik dalam Kepsikiateran: Teori dan Praktik. Bandung: Alfabeta.
Stake, RE (2005). Kualitatif. Dalam NK Denzin & YS Lincoln (Eds.) The Sage handbook of qualitative research (edisi ke-3, hlm. 443–466). Sage Publications Ltd.
Suharsono, T. (2009). Komunikasi Interpersonal dalam Dunia Kesehatan. Yogyakarta: Penerbit Andi.the Western Pacific.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
