Satu Tungku Tiga Batu Sebagai Simbol Toleransi Masyarakat Fakfak
DOI:
https://doi.org/10.33096/respon.v7i3.404Keywords:
interaksi simbolik, satu tungku tiga batu, toleransi, budaya lokalAbstract
Penelitian ini membahas siombol budaya “Satu Tungku Tiga Batu” sebagai bentuk symbolic interaction dalam menjaga toleransi masyarakat di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Latar belakang penelitian ini terinspirasi oleh keberagaman agama di kalangan masyarakat Fakfak yang mampu hidup secara harmonis meskipun memiliki keyakinan yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbolis dari “Satu Tungku Tiga Batu” serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan sosial di Fakfak. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini mencakup tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta penduduk Desa Danaweria di Kabupaten Fakfak. Analisis data diolah menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” telah berdampak sebagai simbol persatuan di antara masyarakat lintas agama di Fakfak. Nilai-nilai toleransi diimplementasikan melalui tradisi saling membantu, kolaborasi dalam pembangunan tempat ibadah, pengamanan acara keagamaan, dan hubungan kekeluargaan yang melampaui batasan agama. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya lokal sangat penting dalam mempertahankan stabilitas sosial serta memperkuat relasi antarumat beragama dalam konteks masyarakat yang beraneka ragam.
References
Acquah, E. K. (2023). Effectiveness of interviews as a tool for data collection. European Academic Research, 10(12), 4235–4241. www.euacademic.org
Ahmadi, dadi. (2008). Interaksionisme Simbolik. Komunikasi Antar Budaya, 9(2), 302.
Azura, R., Aini, L., Octaviani, F., Agustina, I., Marsena, J., Sosiologi, P., Mataram, U., Sosial, S., Durkheim, T., & Mekanik, S. (2025). DURKHEIM DI DESA RARANG TENGAH KECAMATAN. 3, 110–117.
Blumer, Herbert. (1969). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. California: University of California Press.
Carter, M. J., & Fuller, C. (2016). Symbols , meaning , and action : The past , present , and future of symbolic interactionism. https://doi.org/10.1177/0011392116638396
Corbin, J., & Strauss, A. (2012). Sage Research Methods and Procedures for Developing Grounded Theory (Chapter 4).
Hasan, F., Aziman, L., Truna, D. S., & Rosyad, R. (2026). Classification as Collective Representation : A Conceptual Review of Durkheim and Mauss ’ s Primitive Classification. 3(3), 142–150.
Hasan, H., Informasi, S., Vidio, D., & Pendahuluan, I. (2022). Pengembangan sistem informasi dokumentasi terpusat pada stmik tidore mandiri. 2(1), 23–29.
Heijmeskamp, T. (2024). Grasping the Situation : analyzing how situational dynamics shape agency. July, 1–11. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1392995
Juliana, R., Widiansyah, S., & Lindawati, Y. I. (2025). Citra Diri pada Anggota Paguyuban Duta FKIP Untirta dalam Menanggapi Konsep 3B ( Brain , Beauty , Behavior ). 31, 551–561. https://doi.org/10.33503/paradigma.v31i2.2512
Kawulich, B. B. (2005). Participant observation as a data collection method. Forum Qualitative Sozialforschung, 6(2), 1–22.
Ladjin, Litriani, Sahamony, Kusumaningrum, Maulina, Siregar, Hubbansyah, Solikin, Silitonga, Soeyatno, Asyari, Sinaga, A. (2022). Www.Penerbitwidina.Com Www.Penerbitwidina.Com.
Mead, G. H. (1934). Mind, self, and society: From the standpoint of a social behaviorist. University of Chicago Press.
Mokos, I. E. (2025). Konstruksi Identitas Diri Remaja di Media Sosial : Analisis Konsep Dramaturgi Erving Goffman. 4(3), 638–649. https://doi.org/10.54259/mukasi.v4i3.4690
NGABALIN, M. (2018). Falsafah Hidup Orang Fakfak Satu Tungku Tiga Batu [Toromit War Istery]. KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi, 4(1), 56–73. https://doi.org/10.37196/kenosis.v1i1.21
Ningi, A. I. (2021). Field Experience : Notes on Participant Observation in Qualitative. Field Experience: Notes on Participant Observation in Qualitative Research., 8652, 22–26.
Pandie, D. A. (2018). KONSEP ” SATU TUNGKU TIGA BATU ” SOSIO-KULTURAL FAKFAK SEBAGAI ANTARUMAT BERAGAMA Daud Alfons Pandie Dosen Program Pascasarjana STT Reformed Injili Internasional. Sociietas Dei, 5(1), 49–69.
Rahmawati, Habsy, B. A., & Nursalim, M. (2025). Jenis-Jenis Metode Pengumpulan Data (Qualitative Research). Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 9935.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R &Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta. In Bandung:Alfabeta.
Utama, G., Ernas, S., Nugoro, H., & Qodir, Z. (2014). HARMONI Januari-April 2014 Agama dan Budaya dalam Integrasi Sosial (Belajar dari Masyarakat Fakfak di Propinsi Papua Barat). April, 22–35.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
